06 Jul, 2009
Beethoven : Sejarah Kehidupan Seorang Komponis Klasik (2)
Posted by: kandangjago In: Komponis| Musik| Sejarah Musik| 3,153 views
Semenjak ibunya meninggal dunia, Beethoven terpaksa tinggal di Bonn dan tidak meneruskan pelajarannya di Wina. Ia harus menanggung kehidupan keluarganya dan mengurus adik-adiknya, karena ayahnya semakin menjadi seorang pemabuk berat. Tapi ia masih memiliki jabatan di istana Bonn sebagai pemain organ dan pemain biola alto di orkes kapel dan teater istana. Pada tahun 1789, ia mulai bermain biola di orkestra untuk opera, sambil juga mengajar dalam ilmu komposisi. Karena kondisi ayahnya yang semakin parah, maka ia minta ke istana agar gaji ayahnya diberikan kepadanya dan menggantikan jabatan ayahnya.
Pada tahun 1790, Beethoven membuat 2 komposisi kantata, yang pertama untuk acara meninggalnya Kaisar Joseph II dan yang kedua untuk acara penobatan Kaisar Leopold II. Kantata yang pertama tidak jadi dipentaskan.
Seorang pendukung Beethoven, yaitu Pangeran Ferdinand Waldstein adalah kawan dekat dari Pangeran Karl Lichnowsky. Karena pengaruh dan permintaan Waldstein, maka Pangeran Karl Lichnowsky memberikan biaya kepada Beethoven untuk belajar komposisi kepada Franz Josef Haydn. Pada bulan November 1792, ia berangkat ke Wina dan sejak saat itu ia tidak pernah kembali lagi ke Bonn, karena memutuskan untuk menetap di sana. Dukungan Waldstein tertuang dalam surat yang dikirimkannya kepada Beethoven : “… Jiwa kejeniusan Mozart masih menangis atas kematiannya… – (NB. Mozart meninggal 5 Desember 1791 pada usia 35 tahun) – … Melalui kerja keras, kamu akan menerima jiwa Mozart dari tangan Haydn.”
Kejadian lain yang menyedihkan adalah ketika ayahnya, Johann Van Beethoven meninggal pada saat dia baru sampai di Wina, yaitu pada tanggal 18 Desember 1792.
Pelajaran Komposisi Beethoven
Sejak sampai di Wina, mulai tahun 1793, ia belajar komposisi dengan studi utama kontrapung menurut sistem Fux dari Franz Josef Haydn. Selama satu tahun pelajaran ini, Beethoven merasa tidak berhasil dan mengatakan bahwa Haydn kurang perhatian dan tidak teliti terhadap pekerjaan musiknya. Kemudian ketika ia menjadi menjadi siswa resmi Haydn, ia juga mendapatkan bimbingan dari seorang guru lain yaitu Johann Schenk (1753 – 1836). Johan Schenk adalah seorang komponis Austria dan seorang guru yang bekerja sebagai Kapellmeister untuk Pangeran Auersperg. Dari Schenk, ia belajar kontrapung dan komposisi. Pelajaran dengan Haydn melalui Schenk berlanjut sampai dengan awal tahun 1794, dan kemudian berakhir ketika seorang guru teori musik yang terkenal saat itu, yaitu Johann Georg Albrechtsberger (1736 – 1809) menggantikan kedua gurunya dan membawa Beethoven pada akhir pencariannya di bidang komposisi musik, dengan mempelajari teknik komposisi, harmoni dan kontrapung. Albrechtsberger adalah teman Haydn dan seorang musisi Austria, yang merupakan salah satu ahli kontrapung yang jarang ada tandingannya di jaman itu.
Saat itu, Beethoven juga belajar komposisi menurut gaya vokal Italia dengan bimbingan Antonio Salieri (1750 – 1825), seorang komponis italia dan dirigen. Sebagai Kapellmeister kekaisaran Austria (Wina) sejak 1788 hingga 1824, Antonio Salieri adalah salah seorang musikus terpenting dan terkenal pada masanya.
Related Posts
- Beethoven : Sejarah Kehidupan Seorang Komponis Klasik (1)
- Beethoven : Sejarah Kehidupan Seorang Komponis Klasik (3)
- Beethoven : Sejarah Kehidupan Seorang Komponis Klasik (4)
- Beethoven : Sejarah Kehidupan Seorang Komponis Klasik (5) – Tulisan Terakhir
- Beethoven : Kronologi Kejadian dalam Perjalanan Hidup (2)







